Apakah kamu tidak tahu mengenai peer to peer atau p2p? Di tahun 2020 ini banyak sekali mengenai artikel tentang yang aku sebutkan sebelumnya. Kenapa? Sistemnya tergantung apa yang kamu lakukan selama pemakaian di dalamnya. Gimana? Tertarik menggunakan investasi Indonesia peer to peer lending? Kalau begitu, simak baik-baik artikel yang aku tulis agar kamu lebih memahaminya. Let’s go!

Kalau kamu tertarik menggunakan p2p atau peer to peer lemding, kamu juga harus tahu mengenai resikonya. Yup, ada lima resiko selama menjalani peer to peer lending adalah:

  1. Track record pengelola sangat terbatas

Pengalaman ini sangat menentukan bagi si pendana dan peminjam.

  1. Belum adanya regulasi dalam p2p lendingnya

Ketika belum adanya regulasi mempunyai resiko yaitu tidak ada standar dalam menjalankan usaha p2p lending dan tidak mempunyai perlindungan konsumen dari regulator.

  1. Tidak bisa menarik investasi di tengah jalan

Pinjaman yang dilakukan peer to peer atau p2p ini sangat berbeda dengan kebijakan di bank ya! Si investor tidak bisa menarik dananya sebelum jatuh tempo dari pinjaman yang ia berikan. Para calo investor mempunyai banyak pertimbangan dengan matang agar tidak menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan.

  1. Bagi kreditur yang menunggak sehingga menyebabkan pihak investor bertanggung jawab dalam resikonya.

Para investor harus tahu sejak awal dalam menangung salah saru resiko jika ini terjadi dengan salah satu dari kamu! Banyak sekali alasan mulai dari keterlambatan si peminjam dalam mengembalikan dana si pendana, kredit macet dan lain-lain. Cara mengatasinya adalah pihak pendana menyisihkan sebagian dananya untuk menutupi biaya kredit macet.

  1. Resiko sangat operasional, setelah bangkrut dan dibawa lari.

Masih banyak juga kasus mengenai p2p online ini semakin marak termasuk p2p bohongan dan tidak diawasi oleh OJK yang menyebabkan pengelolanya menyalahgunakan bagi kamu yang menjalankannya. Selain disalahgunakan, kemungkinan p2p atau peer to peer tersebut mengalami kebangkrutan sehingga tidak memberi kabar.

Salah satu website p2p lending Indonesia atau peer to peer lending secara online adalah Amartha loh! Yup, website ini sudah sejak tahun 2010 menjadikan fintech peer to peer lending online di Indonesia. Di sini sudah memiliki investasi alternatif bagi kamu dengan menghubungkan pengusaha mikro pedesaan dalam prosesnya peminjaman modal, dampak sosial setelah memakai website ini dan keuntungannya yang terjamin.

Selain itu, kamu bisa melihat kalkulator keuntungan kamu di dalam website Amartha. Ada pilihan mitra terpercaya, alamatnya di Jln. Ampera Raya No.16, Jakarta Selatan, Indonesia 12560 dengan nomor yang bisa dihubungi ada tiga yaitu kantor: 082122715353, CS: 082139509966 dan email: support@amartha.com.

Amartha ini sudah terdaftar di OJK atau otoritas jasa keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan di Indonesia. Bagi kamu yang ikut di Amartha, gabung sebagai pendana atau peminjam lalu tingkatkan aset kamu bersama Amartha!

Cara kerjanya adalah dengan mengajukan pinjaman kepada orang lain sekaligus mengamankan hubungan si pendana dan peminjam sehingga sama-sama memiliki keuntungan dengan pinjaman bunga yang kompetitif serta pengembalian kepada si pendana dengan baik.

Demikian artikel mengenai investasi p2p atau peer to peer lending di tahun 2020, semoga bermanfaat bagi para pembaca yang menggunakan pinjaman yang terdaftar oleh OJK, jika kamu ingin tahu lagi mengenai artikel yang berhubungan p2p lending maka pantau aja terus artikel yang terupdate dari kami! Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here